16 DOA dan DZIKIR Sebelum TIDUR dalam AL QURAN

16 DOA dan DZIKIR Sebelum TIDUR dalam AL QURAN

semua orang wajib tidur cukup 5 manfaat ini akan diraih EdY1tq4PgP

DOA dan DZIKIR TIDUR dalam AL QURAN – Bagi seseorang Muslim seluruh aktivitas kehidupan yang dilakukannya bisa dijadikan sarana ibadah serta meraih pahala. Diantara kegiatan manusiawi yang bisa mendatangkan pahala ialah tidur. Tentu saja Bila tidur dilakukan dengan niat ibadah dan mengikuti tuntunan Islam yg dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

salah satu petunjuk Rasul berkenaan dengan tidur ialah berdo’a serta berdzikir sebelum tidur. Diantara dzikir yang biasa dibaca oleh Nabi di malam hari menjelang atau sebelum tidur adalah membaca ayat dan surah tertentu. tulisan ini akan memaparkan beberapa do’a/dzikir tidur dari ayat Al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut Ini 16 DOA dan DZIKIR Sebelum TIDUR dalam AL QURAN

1-3. Membaca Surat Al-ikhlas serta Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)

Do’a dan dzikir ini terdapat dalam Shahih Bukhari yg diriwayatkan oleh Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ : جَمَعَ كَفَّيْهِ ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا ، فَقَرَأَ فِيهِمَا : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ، وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ) النفث : نفخ لطيف بلا ريق . رواه البخاري

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saat berada di tempat tidurnya setiap malam, dia mengumpulkan ke 2 telapak tangannya, kemudian kedua telapak tangan tersebut ditiup dengan lembut lalu beliau membacakan di ke 2 tangannya ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) serta ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An naas). kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yg dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, serta tubuh bagian depan. dia melakukan yg demikian sebanyak 3 kali.” (HR. Bukhari)

4. Membaca Ayat Kursi (Qs. Al-Baqarah:255)

Anjuran membaca ayat Kursi sebelum tidur berdasarkan riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. dia mengatakan;

وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِي آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ : لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَذَكَرَ الْحَدِيثَ – فَقَالَ : إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ ، لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ ) .رواه البخاري(

“Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam menugaskanku buat menjaga Zakat Ramadhan (Zakat Fitri). lalu ada yg datang serta mengambil makanan. saya menangkapnya, lalu kukatakan padanya, “aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam”. Selanjutnya disebutkan lanjutan hadits …. Dibagian akhir disebutkan: “Jika kamu hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. karena Jika dia senantiasa bersama engkau , maka Allah akan menjagamu, dan syetan tidak akan mendekatimu.” Maka Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “dia benar kepadamu, tapi dia adalah pendusta. dia adalah setan.” (HR. Bukhari).

5. Membaca dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah (Qs. Al-Baqarah: 275-276)

Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ ) . رواه البخاري ومسلم

“Siapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, maka 2 ayat ini mencukupinya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Membaca Surah Al-Kafirun

Sebagiamana dalam sebuah hadits yg mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan teman Naufal Al-Asyja’i radhiyllahu ‘anhu buat membaca surat Al Kafirun sebelum tidur. Naufal mengakatakan, dia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu yg dapat aku baca saat beranjak ke daerah tidurku (waktu akan tidur). lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadaku;

اقْرأ : ( قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ) ثُمَّ نَمْ على خاتِمَتِها ، فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ ) رواه أبو داود والترمذي وأحمد وحسنه ابن حجر في “نتائج الأفكار” (3/61) وصححه الألباني في صحيح سنن الترمذي)

“Bacalah Qul Ya ayyuhal kafirun, kemudian tidurlah , karena ia merupakan engkau akan terlepas dari belitan kesyirikan”. (HR. Abu Daud, Tirimidzi dan Ahmad, hadits ini dihasankan oleh Ibn Hajar dalam Nataijul Afkar (3/61) dan Al-Bani menshahihkannya dalam Shahih Sunan Tirmidziy, No.3403).

7 & 8. Membaca Surah Al-Isra dan Az-Zumar

sesuai hadits Ummul Mu’mini ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. beliau berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لا يَنَامُ حَتَّى يَقرَأَ بَنِي إِسرَائِيلَ وَالزُّمَر ) رواه الترمذي, وقال : حديث حسن . وحسّنه الحافظ ابن حجر في “نتائج الأفكار” (3/65(

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur hingga dia membaca (Surat) Bani Israil serta Az-Zumar”. (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits ini hasan dan dihasankan pula oleh Ibn Hajar dalam Nataijul Afkar, 3/65)

9, & 10. Membaca Surah AS-Sajdah dan Al-Mulk

Sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu;

” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ ، وَتَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ ” ، رواه الترمذي وصححه الألباني في ” صحيح سنن الترمذي ”

“Bahwa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sebelum hingga beliau membaca Alif Lam Mim Tanzil (Surat AS Sajadah) dan Tabarakalladziy biyadihil mulku (Surah Al-Mulk)”. (HR. Tirmidziy dan dishahihkan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidziy).

menurut Imam Tirmidziy bahwa hal itu merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidurnya. (Tuhfatul Ahwadziy, 8/191).

11-16. Membaca Al-Musabbihat

berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Irbadh Ibn Sariyah radhiyallahu ‘anhu;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ الْمُسَبِّحَاتِ قَبْلَ أَنْ يَرْقُدَ ، وَقَالَ : ( إِنَّ فِيهِنَّ آيَةً أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ) رواه الترمذي وقال حديث حسن)

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu membaca Al-Musabbihat sebelum berbaring (tidur)”. beliau berkata bahwa di dalam surah-surah Al-Musabbihat itu terdapat satu ayat yg lebih utama dari seribu ayat. (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits ini hasan dan dihasankan juga oleh Syekh Al-Albani).

menurut Al-Mubarak Furi, yang dimaksud dengan al-Musabbihat adalah surat yang diawali dengan tasbih, baik dengan fi’il madhi (sabbaha, subhana), atau fi’il mudhari (yusabbihu), atau fi’il amr (sabbih). (Tuhfatul Ahwadziy, 7/339).

dengan demikian yg dimaksud dengan Al-Musabbihat ialah; (1) Qs. Al-Isra, (2) Qs. Al-Hadid, (3) Qs. Al-Hasyr, (4) Qs. Ash-Shaf, (5) Qs. Al-Jumu’ah, (6) Qs. At-Tghabun, serta (7) Al-A’la.

Ayat serta surat tersebut bukan doa dan dzikir tidur satu-satunya yg dibaca oleh Nabi. sebab masih banyak doa dan dzikir tidur dengan lafal dan redaksi lain yang diajarkan serta dipraktikkan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkar (hlm.95)

“Ketahuilah, hadits-hadits dan atsar mengenai bab (masalah) ini sangat banyak. namun kami tidak mencantumkan sebagiannya karena khawatir menimbulkan kebosanan. Apa yang kami sebutkan telah cukup bagi yang diberi taufiq oleh Allah untuk mengamalkannya. serta yang lebih utama seorang mau mengalkan semua doa dan dzikir yg disebutkan dalam masalah ini. Bila tidak sanggup, maka cukup mengamalkan yg paling utama sesuai kemampuannya”. (sym)

Artikel : https://wahdah.or.id/16-doa-dan-dzikir-tidur-dari-al-quran/