7 Cara Turunnya Ayat Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW

7 Cara Turunnya Ayat Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW

7 Cara Turunnya  Ayat Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW

7 Cara Turunnya Ayat Al Quran

Cara Turunnya Ayat Al Quran – Ramadhan 2023 adalah saat yg sempurna memupuk pahala. salah satu tindakan memupuk pahala dengan beribadah, seperti membaca Alqur’an.

Allah SWT sudah berjanji akan melipatgandakan pahala bagi mereka yg beribadah pada bulan Ramadhan.

supaya beribadah semakin khusyuk, terdapat baiknya seorang mengetahui sejarah atau latar belakang dari suatu ibadah. Membaca Al-qur’an ialah ibadah yg sangat dianjurkan di bulan puasa.

Selain pahalanya dilipatgandakan, lisan akan bebas dari perilaku menggunjing yang tentu merupakan perbuatan dosa.

lalu, bagaimana Al-Qur’an diturunkan? berikut adalah penjelasannya.

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam berisi wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Rasullah Muhammad SAW untuk dijadikan panduan hidup.

menurut Syekh Shafiyarrahman Al-Mubarakfuri pada bukunya Sirah Nabawiyah (2012, Pustaka Al-Kautsar). Mengutip Ibnu Qayyim, dijelaskan bahwa ada tujuh cara Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Pertama, dimulai dari mimpi. Allah menurunkan wahyu untuk pertama kali lewat mimpi.

ke 2, lewat bisikan dalam jiwa dan hati Nabi tanpa dilihatnya.

إنَّ رُوحَ القُدُسِ نفثَ في رُوعِي ، أنَّ نفسًا لَن تموتَ حتَّى تستكمِلَ أجلَها ، وتستوعِبَ رزقَها ، فاتَّقوا اللهَ ، وأجمِلُوا في الطَّلَبِ ، ولا يَحمِلَنَّ أحدَكم استبطاءُ الرِّزقِ أن يطلُبَه بمَعصيةِ اللهِ ، فإنَّ اللهَ تعالى لا يُنالُ ما عندَه إلَّا بِطاعَتِهِ

“Sesungguhnya Ruhul-Qudus menghembuskan ke dalam diriku, bahwa suatu jiwa sama sekali tidak akan meninggal hingga disempurkan Rezekinya. Maka bertakwalah pada Allah, baguskan dalam meminta, dan janganlah kalian menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan cara mendurhakai Allah, karena apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan menaati-Nya.”

Ketiga, Nabi Muhammad diperlihatkan sosok malaikat yg berwujud serupa Laki laki. Sosok itu berbicara dengan Nabi. Sosok itu kadang dilihat para sahabat.

keempat, wahyu yang datang menyerupai gemerincing lonceng. di sini, Nabi tidak bisa melihat malaikat, bahkan dahinya berkerut sampai berkeringat meski udara dingin.

Kelima, Malaikat memperlihatkan wujud aslinya. peristiwa seperti ini pernah terjadi 2 kali pada Nabi. Malaikat mendatangi Nabi untuk menyampaikan wahyu seperti yang dikehendaki Allah kepada dia. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam surat An-Najm.

Keenam, Nabi melakukan Isra Mi’raj untuk menerima wahyu dari Allah buat melaksanakan Sholat.

ketujuh, Allah berfirman langsung pada Nabi tanpa terdapat perantara. Ini serupa peristiwa Nabi Musa yg menerima wahyu dari Allah.

Proses Cara Turunnya Ayat Al Quran

e01b8e958164d57723b669b36192cdcd

Proses turunnya Al Quran terbagi ke dalam tiga tahap. Pertama, dari tuhan ke Lauh al-Mahfuz. Turunnya Al Quran ke Lauh al-Mahfuz dijelaskan melalui firman-Nya dalam surah Al Buruj ayat 21-22. dia berfirman:

بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ ٢١ فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ࣖ ٢٢

artinya: “Bahkan (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia, yg (tersimpan) dalam (tempat) yg terjaga (Lauh al-Mahfuz).”

ke 2, Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia sekaligus menjadi awal turunnya Al-Qur’an pada Nabi Muhammad SAW. Hal ini diperkuat dengan firman-Nya dalam surah Ad Dukhan ayat 3 dan surah Al Qadr ayat 1. Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ٣

artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya di suatu malam yg diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS Ad Dukhan: 3)

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ

artinya:” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS Qadr: 1)

Terakhir, Al-Qur’an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur selama sekitar 23 tahun. kitab suci umat Islam ini diturunkan lewat perantara Jibril pada malam qadr. al-Zarkasyi mengatakan dalam al-Burhan fi ‘Ulum Al-Qur’an, ini artinya pendapat yang dianut mayoritas ulama.

mengenai durasi turunnya Al Quran, Prof Djidin mengatakan dalam bukunya Kronologi Al-Qur’an bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam menghitung total saat secara keseluruhan. ada yg mengatakannya selama 23 tahun dan ada pula yang menyebutnya 25 tahun.

perbedaan perhitungan ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Nabi Muhammad SAW bermukim di Mekkah sesudah kenabian.

Hikmah di balik Turunnya Al Quran secara Berangsur-angsur

7 Cara Turunnya Ayat Al Quran 3

terdapat sejumlah hikmah di balik turunnya Al Quran secara berangsur-angsur. Mengutip buku Pengantar Studi Al-Qur’an: Teori serta Pendekatan karya Munzir Hitami, berikut di antaranya:

  1. Meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi kaum musyrikin.;
  2. Mengingat hati Nabi Muhammad SAW yang lembut, sedangkan ayat-ayat Al-Qur’an tergolong berat, maka tidak pantas Bila diturunkan sekaligus;
  3. Supaya penetapan aturan-aturan syariat pula berlangsung secara berangsur-angsur;
  4. Memudahkan bagi Nabi Muhammad SAW serta para teman buat menghafal ayat-ayatnya;
  5. Supaya turunnya ayat sesuai dengan timing serta konteks sosialnya;
  6. Bimbingan di sumber Al-Qur’an itu sendiri, yakni Allah yang Maha Bijaksana serta Maha Terpuji.