Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an, Kenapa ?

Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an, Kenapa ?

Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an? Kenapa Allah Memilihnya ?

Mengenal Rasm Utsmani

Bahasa Arab sebagaimana yang kita tahu merupakan bahasa yang dipilih oleh Allah sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasanya Nabi Muhammad SAW, bahasa Ahlul Jannah, serta bahasa yg dipergunakan oleh mayoritas Ulama untuk menulis buku-buku yang berkaitan dengan khazanah keilmuan islam. Pantas dalam hal ini Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata:

تعلم العربية لأنها جزء من دينكم

“Pelajarilah Bahasa arab. karena dia merupakan bagian dari agama kalian.”

Allah menempatkan posisi Bahasa Arab lebih mulia dan lebih tinggi dari bahasa-bahasa yang lain dengan menjadikannya bagian penting dan kunci utama buat bisa memahami agama. Hal yg menarik adalah mengapa diantara sekian banyak bahasa yg terdapat Allah memilih Bahasa Arab? Pertanyaan ini muncul dibenak saya telah cukup lama , pertanyaan ini juga menjadi salah satu alasan yang mendorong saya buat mempelajari Bahasa Arab lebih dalam lagi, buat menemukan keistemewaan yang ada di Bahasa Arab yang membedakannya dengan bahasa-bahasa yang lain. dan ternyata Allah telah menjawabnya dalam QS.Yusuf ayat 2:

نَّآ أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) dengan berbahasa arab agar kamu mengerti .”

 

Baca Juga : Terbaru Al Quran Transliterasi Yang dilengkapi Terjemahan

 

dalam kitab Tafsir Jalalain yang ditulis oleh Imam Jalaluddin Al-Mahalli serta dilanjutkan oleh murid beliau Imam Jalaluddin AS-Suyuthi, dijelaskan lafadz لعلكم تعقلون (agar kamu mengerti) itu ditujukan pada bangsa Arab khususnya penduduk Mekkah(Al-Mahalli & AS-Suyuthi, 2015). Jadi, karena Rasulullah SAW dilahirkan dan hidup ditengah-tengah masyarakat yg berbahasa arab maka Al-Qur’an diturunkan dengan Bahasa Arab agar dakwah bisa diterima. dan juga pada waktu itu penduduk Mekkah sedang berlomba-lomba membentuk syair terbaiknya. lalu, Al-Qur’an turun dengan Bahasa Arab yg begitu indah supaya penduduk Mekkah mengerti bahwa Al-Qur’an tidak mungkin dirancang oleh manusia.

akan tetapi, Imam Ismail bin Umar bin Katsir al-Qursyi ad-Damasyqi dalam buku dia Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini, menjadi berikut:

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها وأكثرها تأدية للمعاني التى تقوم بالنفوس، فلهذا أنزل أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل بسفارة أشرف الملاءكة

“karena Bahasa Arab merupakan bahasa yg paling jelas, paling terang, paling luas, serta paling banyak perbendaharaan kata-katanya untuk mengungkapkan berbagai pengertian guna meluruskan jiwa manusia. sebab itulah Allah menurunkan kitab -Nya dengan bahasa yang paling mulia diantara bahasa-bahasa lainnya yang disampaikan-Nya kepada Rasul yg paling mulia, yg kemuliaannya lebih dari kemuliaan para malaikat (Katsir, 2010).

Prof. Dr. Quraisy Shihab, M.A dalam kitab beliau Tafsir al-Mishbah juga menjelaskan:

Bahasa Arab memiliki 12 juta kosa kata. Semakin banyak kosa istilah yg dimiliki suatu bahasa maka mampu kian jelas pengertian yg diantarkannya (Shihab, 2017).”  

Jadi bisa disimpulkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan Bahasa Arab sebab hanya Bahasa Arab-lah yang dapat menjelaskan kedalaman makna, keindahan bahasa, serta kemukjizatan Al-Qur’an yg tidak bisa dijelaskan dengan bahasa-bahasa lainnya. Meskipun gramatikal Bahasa Arab itu sendiri banyak berkembang sebab tuntutan untuk memahami Al-Qur’an. seperti adanya ilmu nahwu, shorof, dan balaghah yg disusun semata-mata agar orang arab maupun nonarab lebih mudah membaca dan memahami Al-Qur’an.

dalam hal ini banyak yg menuduh islam bukan agama rahmatan lil’alamin hanya karena buku sucinya berbahasa arab, tidak seperti kitab suci agama lain yg bisa disajikan dalam aneka macam bahasa. Mereka beranggapan solah-olah Al-Qur’an hanya diperuntukkan buat orang arab saja, bukan untuk seluruh manusia sebagaimana yg difirmankan oleh Allah dalam QS.Ali Imran ayat 138:

هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاِسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلمُتَّقِيْنَ

“(Al-Qur’an) ini merupakan penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang yang bertakwa.”

Tanda Irab Rafa

Al-Qur’an memang wajib dibaca dan disajikan dengan teks aslinya, yaitu Bahasa Arab. sebab kurangnya kata yg sepadan sehingga terjemahan tidak bisa mewakili makna sepenuhnya dari Al-Qur’an. Ditambah lagi dengan susunan gramatikal yg begitu indah membuat samudera makna Al-Qur’an hanya mampu diselami dengan memahami Bahasa Arab. buat menguatkan argumentasi ini akan aku paparkan beberapa contoh dalam Al-Qur’an, yaitu:

1. Kandungan Makna yang berbeda pada Setiap kata

dalam Bahasa Arab satu kata itu mampu ditasrifkan ke dalam beberapa bentuk yang berbeda serta maknanya pula berbeda dalam setiap bentuk tersebut. contohnya, pada QS.Ali-Imran ayat 3:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيْلَ

“dia menurunkan kitab Al-Qur’an kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan dia menurunkan Taurat serta Injil.”

dalam terjemahan kata نَزَّلَ  serta أَنْزَلَ itu diartikan sama, yaitu menurunkan, sedangkan dalam Bahasa Arab mempunyai makna yang berbeda. نَزَّلَ berarti turun secara bertahap sebagaimana yang kita tahu bahwa Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun, sedangkan أَنْزَلَ berarti turun secara langsung.

2. Makna detail pada Susunan kata

seringkali susunan kata pada Bahasa Arab itu ada beberapa kandungan makna. contohnya, firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 2:

ذَالِكَ الْكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُالتَّقِيْنَ

“kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang yg bertakwa.”

Lafadz ذَالِكَ itu tersusun dari beberapa unsur, yaitu:

  • ذ adalah singkatan dari هذا yang berarti ini
  • ل disana disebut lamul bu’di, menunjukkan aspek yg jauh
  • ك ialah kaaful khithab , menunjuk pada orang yang diajak bicara

ketika Al-Qur’an turun banyak kafir Quraisy yg menuduh bahwa Al-Qur’an itu buatan Rasulullah SAW, tidak murni wahyu dari Allah SWT. Jadi, kata ذَالِكَ menegaskan bahwa kitab Al-Qur’an ini sangat jauh dari apa yg dituduhkan oleh kaum kafir Quraisy.

 

Baca Juga : Al Quran Dengan Irab Perkata Pertama Di Indonesia

 

3. Makna di huruf dan Harakat

dalam Bahasa Arab huruf dibagi menjadi 2, yaitu huruf mabani dan huruf ma’ani. huruf mabani artinya huruf yang tidak mempunyai makna, sedangkan huruf ma’ani adalah huruf yang mengandung makna. tidak hanya huruf ma’ani, harakat atau baris dalam Bahasa Arab juga memiliki makna. contohnya, huruf ب pada lafadz:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

“dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

huruf ba’ dalam Bahasa Arab termasuk huruf jar yang mempunyai makna ta’alluq atau ikatan yg sangat erat dan hampir tak memiliki jarak. Sedangkan harakat kasrah bermakna pecah atau hancur. Jadi, lafadz بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ itu menggambarkan seseorang hamba yg lemah, hancur, dan tidak mempunyai kekuatan apapun pada dirinya. kemudian ia mendekatkan diri dengan kedekatan yang sangat erat seolah tidak berjarak pada Allah, Dzat yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang akan mengasihaninya serta memberikan segala kekuatan padanya.

4. Makna pada Susunan Kaidah atau Gramatikal

Susunan gramatikal dalam Bahasa Arab itu memiliki makna yang mendalam bila kita mau mengkajinya. contohnya, di firman Allah QS.An-Nur ayat 35:

اللهُ نُوْرُ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ

“Allah adalah (pemberi) cahaya (kepada) langit serta bumi.”

dalam ilmu nahwu, lafadz Allah berkedudukan sebagai mubtada’, alamat atau tandanya ialah rofa’ yang disimbolkan dengan harakat dummah, serta sifatnya ma’rifat. Maknanya lebih lanjut artinya:

  1. Mubtada’ dalam ilmu nahwu berarti isim ma’rifat yang ada di awal kalimat. dalam ilmu balaghah mubtada’ berarti asal atau sumber dari segala sesuatu serta tidak ada yang mendahuluinya.
  2. Ma’rifat menunjuk pada sesuatu yang khusus, hanya ada di sesuatu itu tidak terdapat pada yg lain.
  3. Rafa’ berarti sesuatu yang tinggi dan terus menerus terangkat naik, sedangkan dummah yaitu sesuatu yang terkumpul sehingga menjadi sangat banyak.

Jadi ketika kita memahaminya dengan susunan gramatikal ayat diatas menjelaskan bahwa Allah merupakan asal atau sumber dari segala cahaya yg terdapat pada langit serta bumi. Cahaya itu terkumpul sangat banyak serta khusus hanya milik-Nya, tidak dimiliki oleh selain-Nya. serta barangsiapa yang ingin mendapatkan cahaya itu haruslah dengan mendekat pada-Nya, kemudian dengan kedekatan itulah Allah akan mengangkat derajatnya dengan tinggi-tingginya.

dari beberapa contoh diatas kita sudah mampu melihat seberapa luas serta dalamnya cakupan makna Al-Qur’an serta itu hanya dapat dijelaskan dengan Bahasa arab. Semakin pada kita mempelajarinya, akan semakin banyak keistimewaan yang kita temukan. serta ketika kita mengetahui satu rahasia didalamnya, kita juga akan tahu bahwa masih sangat banyak rahasia Al-Qur’an yang belum kita ketahui. Hal ini akan mendorong kita buat terus menerus ingin belajar lebih banyak lagi (Placeholder1)sebab samudera ilmu Al-Qur’an itu tak akan pernah ada habisnya. Kita mampu mulai menyelaminya dengan Bahasa Arab, insya Allah.