Pengertian Ilmu Shorof : Ilmu Untuk Mengetahui Perubahan Kata

Pengertian Ilmu Shorof : Ilmu Untuk Mengetahui Perubahan Kata

Pengertian Ilmu Shorof : Ilmu buat Mengetahui Perubahan Kata pada Bahasa Arab

seseorang yang sedang mengkaji Bahasa Arab sangat penting mempelajari ilmu shorof. karena dengan shorof, kita dapat mengetahui perubahan dari satu istilah ke bentuk lainnya dalam Bahasa Arab.

Pengertian Ilmu Shorof dalam Bahasa Arab

8f5f1e6a9d1d9593a00cc9aa352183b2 1

pada dasarnya, ilmu shorof ialah ilmu yang mengkaji perihal perubahan istilah yg mempengaruhi perubahan makna. contohnya kata yang bermakna ‘Satu orang sudah menulis‘, lalu berubah sebagai ‘dua orang sudah menulis‘, ‘2 orang akan menulis‘, serta lain-lain.

Secara etimologi, shorof adalah kata yang tersusun dari 3 huruf hijaiyah shod, ra’ serta fa’ (صرف) yang memiliki arti berpindah, berubah atau beralih. model:

صَرْفُ الْمَالِ : Membelanjakan uang (mengalihkan uang).
صَرَفُ اللَّبَنِ : Memurnikan susu (merubah menjadi bersih).
تَصْرِيْفُ الدَّرَاهِمِ : Penjualan dirham (pemindahan hak milik).
تَصْرِيْفُ الْكَلاَمِ : Perubahan kalimat.
تَصَرَّفُ الْاُمُوْرِ : Mengatur urusan (merubahnya agar lebih baik).

dengan istilah lain, ilmu shorof artinya ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan bentuk kalimat sehingga berubah arti akibat efek perubahan waktu; akan/sedang atau telah, pelaku, objek penderita, tempat/alat atau zaman.

Selain itu, ilmu shorof dikenal jua menjadi ibunya ilmu. Sebagian ulama mengatakan bahwa ilmu shorof merupakan ibu dari berbagai ilmu, sedangkan ilmu nahwu adalah ayahnya.

perbedaan Ilmu Shorof dan Nahwu

Meski sebagian orang menganggap shorof menjadi bagian dari nahwu, tapi Bila melihat kegunaannya, keduanya mempunyai fungsi yang berbeda dalam struktur Bahasa Arab.

Fungsi shorof lebih kepada mempelajari perubahan kata ke bentuk lainnya sehingga mendapatkan makna yang berbeda. Sedangkan Ilmu nahwu mempelajari susunan kata beserta kaidah yang terkait dengannya, seperti mengetahui harakat akhir, dan kedudukan kalimat yg sempurna.

Hakikat dan Keutamaan Ilmu Shorof

Hakikat ilmu shorof artinya ilmu yang berkaitan dengan ilmu Qur’an, sunnah, serta ilmu lainnya. di antara keutamannya artinya :

  1. semua orang yang mempelajari bahasa Arab membutuhkan ilmu shorof agar menjadi acuan buat mengetahui asal-usul istilah Bahasa Arab.
  2. dengan mempelajari shorof, kita bisa mengetahui pengukuran atau qiyas pada bahasa Arab.
  3. dengan shorof, kita juga dapat mengetahui Istiqoq (derivasi kata atau penurunan kata).
  4. banyak pembahasan bahasa Nahwu dan imla (sesuatu yang dikatakan atau dibaca keras-keras supaya ditulis oleh orang lain) tergantung di Shorof
  5. di dalam koleksi naskah manuskrip Aksara Arab yg ada pada Kementrian agama RI, ada naskah tentang ilmu shorof. Naskah yg berjudul Ikhtisar Sorof itu berisi pelajaran ilmu sorof yang menjadi koleksi Museum Banten Girang. Penulis serta penyalinnya yaitu H. Abdul Mufid ibn Abdullah al-Jawi al-Bantani.

Naskah ini memang kurang lengkap, sebagian besar halamannya sudah hilang, lepas dari jilidannya. Sebagian masih dijilid dengan benang, tak mempunyai sampul, tak mempunyai nomer laman, tidak mempunyai kata alihan, gambaran, dan iluminasi.

tetapi, naskah yang ditulis pada atas kertas Eropa dengan water­mark serta countermark yg agak sulit buat mengidentifikasinya ini merupakan salah satu naskah ilmu pengetahuan yang bisa dibaca dan dikulik informasinya tentang ilmu shorof.

di dalam naskah tersebut kurang lebih disebutkan perubahan-perubahan yg berkisar di pengucapan (lafadz), serta yang berkisar pada pengucapan serta makna kata.

Bahasan penting saat mempelajari Shorof

7c9a4269742336f19ea460b6639a04ae

Pembahasan penting yg terdapat di dalam Ilmu Shorof yaitu tentang Fi’il, Isim, Mashdar, Wazan, dan Tashrif.

Ragam istilah dalam shorof yaitu Tasrif, Isytikak, Zawaid, dan Wazan. Sedangkan ragam kata pada perubahan bentuk kata yaitu tentang bina Fi’il.

Adapun agam kata dalam perubahan kelas istilah yaitu bina Isim. Ragam kata terkait derivasi yaitu iklal, ibdal, dan idgam. Terakhir ialah Ragam kata defleksi yg membahas tentang fi’il, mashdar, isim, sifat musyabihat, serta nasab.

Beberapa kata penting pada Ilmu Sharaf

agar lebih simpel memahamipelajaran ilmu sharaf maka terlebih dahulu kita wajib memahamibeberapa istilah penting yg akan seringkali dianggap di tengah-tengah pembahasan ilmu sharaf. kata-kata tersebut diantaranya:

1. Wazan

Wazan adalah timbangan, pola atau formulasi istilah yang umumnya dengan menggunakan variasi komposisi huruf-Huruf ف ,ع , serta ل.contoh:ا

  1. Wazan dari kata كَتَبَ adalah فَعَلَ
  2. Wazan dari kata كَاتِبٌ adalah فَاعِلٌ
  3. Wazan dari kata اِنْـقَطَعَ ialahاِنْـفَعَلَ

2. Mauzun

Mauzun merupakan kata yg ditimbang atau yang dicocokkan dengan wazannya. seperti contoh di poin 1 kata فَعَلَ disebut wazan sedangkan kata كَتَبَ dianggap mauzun.

3. huruf ‘illat

huruf ‘Illat adalah huruf penyakit yaitu ا,و,dan ي.

4. Tashrif

Tashrif merupakan membarui bentuk dasar menjadi istilah-kata turunan menggunakan mengikuti aturan dan pola tertentu sehingga didapatkan istilah-kata baru dengan makna yang Berbeda-beda.

5. Muqabalah

Muqabalah arti bahasanya artinya “saling berhadapan”. yang dimaksud dengan muqabalah di sini adalah memperhadapkan atau membandingkan kata-kata dengan wazannya.

contoh, kata مَنَعَ dikatakan mempunyai wazan فَعَلَ, sebab huruf mim di kata مَنَعَ setentang dengan huruf fa pada wazan فَعَلَ; huruf nun pada kata منَعَ setentang dengan huruf ‘ain pada wazan فَعَلَ ; dan huruf ‘ain di kata مَنَعَ setentang dengan huruf lam di wazan فَعَلَ . Coba anda perhatikan:

Selanjutnya dikatakan bahwa:

  1. huruf pertama mim di kata مَنَعَ disebut fa fi’il
  2. huruf ke 2 (nun) pada kata مَنَعَ disebut ‘ain fi’il, dan
  3. huruf ketiga ‘ain di kata مَنَعَ disebut lam fi’il

Begitulah, setiap fi’il yang Sumbernya 3 huruf (fi’il tsulatsi) maka huruf pertamanya diklaim fa fi’il, huruf keduanya dianggap ‘ain fi’il, serta huruf ketiganya disebut lam fi’il.

kalau fi’il tsulatsi itu bertambah hurufnya, seperti turunan dari kata مَنَعَ menjadi يَمْنَعُ , يَمْنَعُوْنَ , atau امْتَنَعَ , maka huruf yg bertambah itu tidak dihitung. Kita tetap mengatakan bahwa mim itu ialah fa fi’il, nun itu ‘ain fi’il, serta ‘ain itu adalah lam fi’il. Selain dari huruf-huruf itu dikatakan za-idah (huruf tambahan).

huruf-huruf tambahan yang menjadi imbuhan berjumlah sepuluh huruf, terhimpun dalam kalimat سَأَلْـتُـمُوْنِـيْهَا yaitu: [س], [أ], [ل], [ت], [م][و], [ن], [ي], [هـ], serta [ا].

contoh :

  • kata مَمْنُوْعٌ tersusun dari lima huruf sehingga padanya terdapat 2 huruf tambahan yaitu م pertama serta و
  • kata أَسْتَغْفِرُ tersusun dari enam huruf sehingga padanya terdapat 3 huruf tambahan yaitu أ, س, serta ت.
Latihan :

Sebutkan fa fi’il, ‘ain fi’il, dan lam fi’il dari kata-kata berikut ini :

خَلَقَ
جَعَلَ
فَرَغَ
أَمَلَ
سَـعَـى
قَوَى

Sebutkanlah huruf-huruf tambahan pada kata-kata berikut ini :

مَمْنُوْعٌ
مُحَاسِبٌ
اسْتِقْلاَلٌ
اِتِّبَاعٌ
مَقَالَةٌ
سَاجِدُوْنَ

Sebutkan fa fi’il, ‘ain fi’il, serta lam fi’il dari kata-kata berikut ini :

مَمْنُوْعٌ
مُحَاسِبٌ
اسْتِقْلاَلٌ
اِتِّبَاعٌ
مَقَالَةٌ
سَاجِدُوْنَ

Demikianlah pelajaran aisarul muyassar bahasa Arab tentang : Definisi serta Fungsi Ilmu Shorof bagi Santri Pemula | kata-kata penting dalam Ilmu Shorof.

Fungsi Ilmu Sharaf bagi Santri Pemula

326093b460415d3ba581080d0e5c9c38

buat dapat memahami fungsi ilmu sharaf bagi santri pemula perhatikanlah gambaran masalah berikut, ketika kita mendapati sebuah kata berbahasa Arab misal kata مرويatau kata مستقبلكم muncullah pertanyaan-pertanyaan:ا

  • Bagaimana cara membacanya?
  • Apa artinya?
  • Bila dicari pada kamus bagaimanakah caranya?

untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu kita harus mempelajari ilmu sharaf. sebab setelah seorang mengkaji serta memahami kaidah-kaidah dalam ilmu sharaf maka beliau akan memiliki kecakapan antara lain:

  1. mudah dan cepat mencari arti kata berbahasa Arab di pada kamus Arab-Indonesia sehingga penggunaan kamus menjadi optimal.
  2. mampu memperkirakan serta menentukan arti istilah yang tidak didapatinya di dalam kamus sehingga ketergantungan terhadap kamus menjadi berkurang.
  3. bisa memberikan harakat dengan benar pada kata-kata berbahasa Arab dalam tulisan arab gundul atau kitab kuning dan mampu menerjemah dengan baik.