Perbanyak Dzikir di Waktu Utama

Perbanyak Dzikir di Waktu Utama

Perbanyak Dzikir di waktu utama

2310506590

 

Dzikir dan doa merupakan bentuk komunikasi seseorang hamba dengan tuhan-nya. Berdzikir dan mengingat Allah artinya perintah Allah sekaligus sebagai bentuk ibadah.

Allah Swt telah menegaskan siapa pun yg berdzikir serta mengingat-Nya, pasti Allah akan mengingatnya. sebab itu, menjadi sebuah ibadah yg mulia, telah semestinya seseorang hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan tentunya dengan memahami adab serta tata cara dalam berdoa dan berdzikir.

musim-musim terbaik buat beramal di antaranya adalah 10 hari pertama Zulhijah. Sebagaimana hal itu sudah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر فقالوا يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء

tidak ada amal saleh yg lebih dicintai sang Allah daripada beramal pada sepuluh hari ini (yaitu 10 hari awal Zulhijah).” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah juga tidak bisa mengalahkan keutamaan beramal pada hari-hari itu?” lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali bagi orang yg berangkat jihad dengan membawa jiwanya serta hartanya, lalu tidak balik sedikit pun darinya.(HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma)

dalam riwayat Bukhari, hadis ini dibawakan dengan redaksi,

ما العَمَلُ في أيَّامٍ أفْضَلَ منها في هذه قالوا ولا الجِهادُ؟ قالَ ولا الجِهادُ، إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخاطِرُ بنَفْسِه ومالِه، فلَمْ يَرْجِعْ بشَيءٍ

tak ada amal yang lebih utama daripada beramal pada hari-hari ini (yaitu sepuluh hari awal Zulhijah).” Mereka (para sahabat) bertanya, “Apakah jihad (di ketika lain) jua kalah keutamaannya dengan beramal pada hari-hari itu?” dia pun menjawab, “tidak pula jihad, kecuali bagi orang yg berangkat perang dengan mengorbankan jiwa serta hartanya lalu tak balik dengan membawa apa-apa/alias meninggal dalam keadaan syahid serta hartanya habis.

Hadis ini menunjukkan kepada kita betapa besar keutamaan amal saleh yang dilakukan pada hari-hari di antara 10 hari pertama bulan Zulhijah. Sebagaimana kita ketahui, di bulan itulah ditunaikan ibadah haji, rukun Islam yg kelima. Sebagaimana jua disyariatkan ibadah kurban serta salat Iduladha. Sebagaimana juga dianjurkan untuk berpuasa di tanggal 9 Zulhijah atau puasa Arafah. Selain itu, secara umum beramal pada sepuluh hari itu sejak tanggal 1 Zulhijah sampai 10 Zulhijah adalah amal-amal yg paling utama.

sungguh, ini artinya nikmat serta anugerah yang Allah berikan kepada umat ini, kalaulah mereka mau menyadarinya. Sebagaimana kaum muslimin bersemangat buat mengejar keutamaan Lailatulqadar di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan, maka telah semestinya mereka pun bersemangat buat menabung pahala kebaikan di sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijah.

Keutamaan Dzikir

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ’anhu berkata, “tidak ada sesuatu yang lebih menyelamatkan dari azab Allah, selain berdzikir kepada Allah.” (lihat Sunan Tirmidzi tahqiq Syekh Ahmad Syakir, 5: 459)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Lantas apakah yg akan menimpa seekor ikan Bila beliau memisahkan diri dari air?” (lihat Al-Wabil Ash-Shayyib Min Al-Kalim Ath-Thayyib oleh Imam Ibnul Qayyim, hal. 71)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hal itu (zikir) ialah ruh dalam amal-amal saleh. jika suatu amal tidak disertai dengan zikir, maka ia hanya akan menjadi ‘tubuh’ yg tidak memiliki ruh. Wallahu a’lam.” (lihat Madarij AS-Salikin, 2: 441)

Berdzikir kepada Allah merupakan jalan buat meraih kehidupan hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yg tak mengingat Rabbnya adalah seperti perbandingan antara orang yang hidup dengan orang yg telah mati.” (HR. Bukhari) (lihat Al-‘Ibadat Al-Qalbiyah, hal. 49)

Syekh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah berkata, “oleh karena itu, dzikir kepada Allah Jalla wa ‘Ala adalah hakikat kehidupan hati. Tanpanya, hati pasti menjadi meninggal.” (lihat Fawa’id Adz-Dzikri Wa Tsamaratuhu, hal. 16)

Dzikir juga merupakan obat bagi kerasnya hati. Suatu ketika, terdapat seseorang lelaki yg mengadu kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah. Lelaki itu berkata, “Wahai Abu Sa’id, saya mengadukan kepadamu kerasnya hatiku.” Maka beliau mengatakan, “Lunakkanlah ia dengan zikir.” (lihat Tazkiyatun Nufus Wa Tarbiyatuha oleh Dr. Ahmad Farid, hal. 46)

Syekh Abdurrahman bin Nashir AS-Sa’di rahimahullah berkata, “Sesungguhnya zikir pada Allah akan menanamkan pohon keimanan pada pada hati, memberikan pasokan gizi, dan mempercepat pertumbuhannya. Setiap kali seseorang hamba semakin menambah zikirnya pada Allah, niscaya akan semakin kuat pula imannya.” (lihat At-Taudhih Wa Al-Bayan Li Syajarat Al-Iman, hal. 57)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “banyak di antara hamba yang lebih mendapatkan manfaat dengan zikir pada masa-masa permulaan daripada membaca (ilmu). karena zikir akan memberikan pasokan keimanan baginya, sedangkan Al-Qur’an menyampaikan pasokan ilmu. namun, terkadang ilmu itu tak bisa dia pahami. sementara dirinya lebih membutuhkan pasokan iman daripada pasokan ilmu dikarenakan ia masih berada pada jenjang permulaan. Meskipun demikian, membaca Al-Qur’an dengan disertai pemahaman bagi orang yg cukup mapan imannya jauh lebih utama dengan kesepakatan (para ulama).” (lihat Qawa’id Wa Dhawabith Fiqh Da’wah ‘Inda Syaikhil Islam, hal. 202)

Syekh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah berkata, “Tidaklah samar bagi setiap muslim tentang urgensi zikir dan begitu besar faedah darinya. sebab, zikir adalah salah satu tujuan termulia serta tergolong amal yg paling berguna untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Allah telah memerintahkan berzikir pada dalam Al-Qur’an Al-Karim pada banyak kesempatan. Allah memberikan dorongan untuk itu. Allah memuji orang yg tekun melakukannya dan menyanjung mereka dengan sanjungan terbaik serta terindah.” (lihat dalam Fiqh Al-Ad’iyah Wa Al-Adzkar, 1: 11)

Tsabit Al-Bunani rahimahullah berkata, “Apakah susahnya bagi salah seorang dari kalian Bila dia hendak memanfaatkan saat satu jam setiap harinya buat berzikir pada Allah sehingga dengan sebab itu sepanjang hari yg dilaluinya beliau akan meraih keberuntungan.” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat Al-Auliya’, hal. 346)

‘Aun bin Abdullah bin ‘Utbah rahimahullah berkata, “Majelis-majelis zikir adalah obat bagi hati.” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat Al-Auliya’, hal. 348)

‘Atha’ bin Maisarah Al-Khurasani rahimahullah mengatakan, “Majelis-majelis dzikir ialah majelis-majelis yg membahas hukum halal serta haram (majelis ilmu, pent).” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat Al-Auliya’, hal. 348)

Makhul rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa yang menghidupkan malamnya dengan zikir pada Allah, niscaya di pagi harinya dia akan berada dalam keadaan suci seperti waktu dilahirkan oleh ibunya.” (lihat At-Tahdzib Al-Maudhu’i Li Hilyat al-Auliya’, hal. 347)

Semoga kumpulan tulisan ini berguna bagi kami serta segenap pembaca. Barakallahu` fiikum.